Tuesday, August 4, 2015

About Time

Depok, 4 Agustus 2015
(22.51 WIB)



Picture taken from here


Ini film cukup 'menipu' yah di beberapa sinopsisnya. Katanya tentang laki-laki yang dikasih tau Papanya kalo keluarga mereka yang cowo-cowo tu bisa ke masa lalu. Faktanya, ini cerita tentang Papa sama anak cowonya dan menyentuh banget... :"(

Scene dimana saya nangis itu ada di waktu 1 jam 50 menitan filmnya jalan. Itu pas si tokoh utama (sampe ngga meratiin namanya) main tenis meja sama Papanya dan Papanya menang, trus si anak ngusulin hadiahnya adalah kecupan. Papanya akhirnya ngerti kalo itu waktu terakhir anaknya bisa nemuin dia lagi, soalnya Istri anaknya ini mau ngelahirin anak ketiganya (yang saya juga ngga meratiin kenapa bisa gitu aturannya).

Picture taken from here

Di menit yang bikin saya nangis itu, si Papa minta anaknya buat mereka balik ke jaman si anak masih kecil dan mereka main ke pantai berdua... (T____T)
Backsound-nya mendukung pula..... Itu bener-bener momen dimana mereka seneng-seneng buat terakhir kalinya.... Mereka main di pantai, duduk-duduk di pinggir pantai, dan baru balik setelah mereka puas main bareng...

Abis itu, si tokoh utama itu mulai jarang balik ke masa lalunya.. Dia jadi Ayah yang perhatian banget sama keluarganya lebih dari sebelum ini.. Lebih semangat membersamai anak-anaknya setiap dia punya waktu untuk nemenin anak-anaknya.. Bangun pagi dan minta dia yang ngurus  Lebih bersyukur dan menikmati detik-detik yang dia lewatin, hari-harinya..

Serius. Ini cowonya tu biasa aja, (kayanya) kerja di lawfirm, nothing special about him. Tapi dia bersyukur, sayang dan perhatian sama keluarganya...

Hikmah yang gw ambil dari film ini adalah : ordinary life, simple life itu wajib disyukuri.. Ngga semua orang dapet kehidupan dunia yang bahagia, dengan sederhana tanpa harus terkenal. Ada yang mikir ribet, maunya high-expectation untuk apa yang didapet padahal yang terbaik itu (sebagaimana hadits) kontribusi positif sebanyak-banyaknya semampu kita ke sekitar kita... Dan, selalu bahagiakan orangtua kita selama mereka masih ada, sekuat daya-upaya kita...

Dunia ini hanya sementara, maka kita harus pastikan kalau nanti di akhirat, kita sekeluarga berkumpul di surga-Nya, duduk bareng Rasulullaah Shalallaahu Alaihi Wassalam bersama-sama melihat wajah Allaah... Aamiiiiin Allaahumma aamiiiiin....

No comments:

Post a Comment