Friday, October 10, 2014

Next Goals

Depok, 1 Oktober 2014
(17.30 WIB)







Hari ini rencananya mau nonton The Maze Runner di Detos, kayanya bagus filmnya. Setipe sama The Hunger Games sama Divergent, distopia gitu, diangkat dari novel laris juga.
Tapi masalahnya, tugas ngeringkas buku HAM belom kelar. Gw belum dapet jawaban juga itu 4 lembar ato 4 halaman.

Tadi pagi, di salah satu grup bahas tentang pernikahan. Tepatnya : larangan mem-bully yang belum nikah. Temanya, pernikahan, mirip sama yang gw bahas semalem sama Yan di Bajay BBG pas balik dari ngampus menuju Stasiun Cikini. Yan ini akhwat pendiem, ngga rame kayak gw, dan kita sama-sama suka baca (itu penilaian gw setelah ngeliat isi tas jinjingnya yang penuh buku kuliah).

Yan bilang, "dijalani aja. Disyukuri semua yang Allah kasih dengan maksimal ngerjain apa yang jadi amanah kita sekarang." 

Nampol.

Bener, dan nampol.

Banyak temen gw yang bilang hal serupa. "Syukuri dan jalani dengan penuh tanggung jawab."

Balik ke tema pernikahan, menurut gw nikah tu gabisa asal. *yaeyalaahhh*

Visi-Misi pernikahan tu berhubungan banget sama membangun peradaban. Hancur rumah tangga lo, rusak keluarga lo, masyarakat sekitar lo ikutan ngga beres, Negara ikutan kena masalah, ujungnya : lupain dah yang namanya Ustadziyatul Alam.

Gw bilang ke Yan kalo beban single sama yang udah nikah itu lebih berat yang udah nikah.. Kalo single, tuntutan cuma 1 : N-I-K-A-H.
Kalo udah nikah, tuntutannya banyak.. Punya anak lebih dari 1, ngurus Suami & anak-anak, ngatur keuangan keluarga, dakwah (ini penting!), silaturahim sama keluarga besar, daaaannn seterusnya.

Ini gw bukan nakutin. Ngga sama sekali.

Gw cuma mo ngingetin lagi, buat gw khususnya, tentang amanah pernikahan ini.. Nikah tu sunnah Rasulullah, dan pasti Allah akan nolong hamba-Nya yang niatnya lurus ke Allah..

Tapi teteuuuppp..... Kepikiran. (-_____-")

Tentang pernikahan emang sensitip. Gabole asal. Penuh pertimbangan. Dan yang utama : lurusin niat hanya untuk ibadah ke Allah dan mendapat ridha Allah. 

Berat.

Tentang kaitannya sama peradaban, pasti butuh dana kan...? Ngga mungkin selamanya morotin orangtua. Ngga mungkin selamanya ngga mandiri.
Disini ilmu financial planning penting banget buat dipahami dan dijalankan. Ini adalah hal kedua yang harus dipikirin setelah mutusin Istri mau jadi Full Time Mom ato Working Mom..

Working Mom ternyata ngga sebatas kerja kantoran yang terikat jam kerja, bangun bisnis juga termasuk Working Mom.. Freelancer yang kerjaan bisa di handle dari rumah juga termasuk Working Mom.. 

Ada pendapat yang bilang kalo Full Time Mom itu ngga berarti useless at all, ngga berarti ngga produktif.. Aktif di perkumpulan masyarakat sekitar rumah yang sifatnya sosial -such as parpol, ormas, Majelis Taklim- gabisa disebut ngga produktif.

Jujur yah. Gw pribadi pengen banget optimal produktif dan kontribusi positif buat sebanyak-banyak umat manusia. Gw suka baca, gw suka nulis, gw suka cerita, Alhamdulillah gw dikasih rezeki untuk lanjut kuliah S2 Magister Hukum Kenegaraan di UI, Alhamdulillah gw udah lulus Ujian Profesi Advokat (UPA) bulan Maret 2014 kemarin. There are many things I can do to change the world

Oiya, gw juga lagi mengusahakan merealisasikan cita-cita gw untuk ambil double-degree ke University of Washington di Seattle, UI punya programnya. Tapi kalopun dapetnya di kampus selain UW ya gapapa, mana yang terbaik menurut Allah..

Kembali tentang pernikahan. It's not the easy one. You are talking about marriage means you are talking about build civilization.

Everything has its price. Your goal has the price you have to pay so can get what you up to. It will take your effort, your time, your mind, and your money too. Be strong to face it. Keep fighting to get the best. I realize I'm not capable to say about marriage. I haven't had capability to say about marriage. All I know comes from reading and hearing someone told me.

Pernah ada senior yang bilang, "kita ngga tau kita akan nikah atau engga. 1 hal yang pasti, kita semua akan mati."

Manusia ngga akan tau kapan meninggal. Tapi kita bisa nyiapin kematian kita husnul khotimah. Insya Allah..

No comments:

Post a Comment